“Pada 2019, AD dan demensia lain menjadi penyebab kematian ke-7 di dunia, dan diproyeksikan akan naik ke peringkat ke-2 pada 2040.”
Gejala Klinis
Gejala utama meliputi:
- Peningkatan gangguan kognitif
- Gangguan daya ingat
- Perubahan perilaku dan psikiatrik
Ciri Patologis
Fitur patologis AD meliputi:
- Akumulasi plak β-amyloid (Aβ)
- Neurofibrillary tangles (NFTs) tau
- Astrositosis reaktif & aktivasi mikroglia
“Agregasi tau dan plak Aβ adalah penanda utama yang mengganggu komunikasi neuron.”
Peran Stres Oksidatif & Inflamasi
Stres oksidatif dan inflamasi memicu kerusakan neuron melalui jalur MAPK dan NF-κB, melepaskan sitokin, ROS, dan NO yang mempercepat neurodegenerasi.
Apoptosis Neuronal
Apoptosis berlebihan pada neuron, dipicu oleh disfungsi mitokondria, mengakibatkan kematian sel. Pencegahan apoptosis adalah strategi terapi penting.
Lanskap Pengobatan & Keterbatasan
Obat FDA saat ini terbagi menjadi:
- Inhibitor pembentukan Aβ & tau (aducanumab, lecanemab)
- Cholinesterase inhibitors (donepezil, rivastigmine)
- NMDA receptor antagonists (memantine)
“Terapi saat ini hanya meringankan gejala, belum menghentikan progresi penyakit secara signifikan.”
Ganoderma lucidum sebagai Intervensi Terapi
G. lucidum, dikenal sebagai “elixir keabadian”, mengandung polisakarida, triterpen, dan antioksidan yang dapat:
- Inhibisi hiperfosforilasi tau
- Promosi klarifikasi Aβ
- Supresi respons inflamasi mikroglia
- Proteksi neuron dari apoptosis
- Regulasi jalur PI3K/Akt & neurogenesis
Keamanan & Uji Klinis
Studi awal menunjukkan keamanan G. lucidum pada dosis wajar. Uji klinis terbatas, namun kombinasi dengan memantine meningkatkan fungsi kognitif dan kualitas hidup.
“Diperlukan uji klinis lebih besar dan durasi lebih panjang untuk validasi lebih lanjut.”
Kesimpulan
Alzheimer’s Disease adalah tantangan medis global dengan progresi neurodegeneratif yang kompleks. Ganoderma lucidum menunjukkan potensi sebagai terapi adjuvan melalui mekanisme multi-target: mengurangi plak Aβ, menghambat hiperfosforilasi tau, meredam inflamasi, dan melindungi neuron dari apoptosis. Meskipun studi in vitro dan hewan menjanjikan, uji klinis skala besar masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya pada pasien AD.
